23.6.10

Pasar Johar- karya Thomas karsten yang jadi rebutan Kepentingan

SM-23 Juni 2010


■Prof Eko Tolak Ide Sukawi

SEMARANG - Wali Kota Sukawi Sutarip mengusulkan untuk menjaga bangunan asli Pasar Johar, tidak lagi dijadikan tempat jual-beli lazimnya sekarang ini. Bangunan karya Thomas Karsten itu bisa dijadikan pusat ekshibisi atau tempat pameran yang berkelas.
’’Ini baru sebatas ide saja. Kalau ada pemikiran lain, silakan. Ide ini untuk menjaga keaslian Pasar Johar. Pedagang pindah ke bangunan yang baru,’’ kata dia usai membuka kegiatan paparan enam nominator desain Pasar Johar di Patra Convention Hotel, Selasa (22/6).
Menurut Sukawi, menjadikan Johar sebagai pusat ekshibisi supaya bangunan tersebut tidak rusak. Karena mulai dari lantai sampai ornamennya kebanyakan masih asli. Supaya tidak rusak, tentunya harus dikosongkan. Hanya saja ide ini perlu kajian lagi, terutama dari sisi pedagangnya.
Secara keseluruhan konsep Johar sudah saatnya ditata lagi, terutama mengembalikan keberadaan alun-alun yang sekarang ini berubah menjadi kawasan Yaik Baru. Terlebih konsep penataan supaya Johar menjadikan pasar yang nyaman, aman dan bersih.
Dia menyerahkan sepenuhnya desain pasar kepada dewan juri dalam memberikan penilaian. Bila terpilih desain yang layak digunakan untuk revitalisasi Pasar Johar, tugas pemkot adalah mencari investor yang bisa mendanai pembangunannya.
Kemarin, karya enam nominator dipamerkan di Ruang Poncowati, sekaligus pula mereka memaparkan konsep gambar itu kepada sembilan dewan juri yang diketuai Prof Eko Budihardjo MSc. Keenam nominator itu adalah Realrich Sjarief (Jakarta), MA Wiwik Purwanti (Yogyakarta), Yuli Roesyanto (Semarang), Bambang Murtiyoso (Semarang), Sudarmawan (Semarang), Kukuh Andi Siswono (Bandung).
Ada Pedagang Desain secara umum, berkiblat pada konsep pasar modern. Ada hotel, cafe, restoran, pertokoan sampai perdagangan. Bahkan untuk hotel, ada yang mendesain 140 kamar, 400 kamar dengan tinggi rata-rata 10 lantai, sesuai ketentuannya.
Bagi Prof Eko, konsep desain siapapun tidak ada batasan. Sepanjang bisa mempertahankan keberadaan pedagang, baik jumlah maupun macam komoditasnya. Karena itu, ia tidak sependapat atas ide wali kota untuk menjadikan bangunan konservasi menjadi pusat ekshibisi. ’’Bagaimanapun pasar itu ada orangnya yang sudah menetap berjualan puluhan tahun. Lebih baik bangunan induknya ditata, dirapikan, dibuat supaya nyaman,’’ katanya.
Kepala Dinas Pasar, Ednawan Haryono menjelaskan, desain yang terpilih nanti selanjutnya akan dibuatkan detail enginering desaign (DED). Sebelumnya untuk Johar sudah diterbitkan Keterangan Rencana Kota (KRK) dan IMB serta FS. ’’Setelah DED selesai, kami tinggal cari investor. Dana pembangunannya lebih kurang Rp 600 miliar. Dana itu, apakah ditanggung sepenuhnya investor atau sharing dengan pemkot,’’ katanya. ( Red. suara merdeka )

Yang Ironis - bahkan walikota lama Semarang  yang punya ide untuk merevitalisasi pasar Johar Semarang -  sebagai M.I.C.E  tidak sejalan dengan wacana Gubernur BIBIT W. yang bermaksud melakukan kalibrasi ulang atas status Lahan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan JATENG ( PRPP ) yang tidak jelas.

Yang paling mantap justru  imajinasi  dari "jenius-2" di bloggosphere yang mampu menggambarkan masa depan pasar johar.

Tidak ada komentar: