16.7.10

OUD BATAVIA ; By David Achmad





David achmad, pemilik blog www.ligadewi.multiply.com, www.fotodaridavid.blogspot.com  punya sentuhan di setiap fotonya .

Lawang Sewu Disiapkan Jadi Galeri Industri Kreatif

Rabu, 07 Juli 2010, 20:49 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG--PT Kereta Api (KA) selaku pemilik bangunan Lawang Sewu saat ini sedang merenovasi bangunan bersejarah ini untuk disiapkan menjadi galeri industri kreatif di Kota Semarang. Kepala Humas PT KAI daerah operasi (DAOP) IV Semarang, Sapto Hartoyo, Rabu, mengatakan, renovasi yang dilakukan pada bangunan Gedung A dan C diperkirakan memakan waktu sembilan bulan sejak awal pelaksanaan renovasi pada 1 Juni 2010.

Ia menambahkan, renovasi dikoordinasi langsung oleh Pusat Pelestarian Benda Bersejarah (PPBB) yang berada di bawah kendali "Executive Vice President" PT KA dengan anggaran sebesar Rp3,9 miliar. "Melestarikan Lawang Sewu dimaknai sebagai cara melindungi cagar budaya ini tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah dan budaya di dalamnya," ujar Sapto.

Salah seorang staf PPBB PT KA yang mengelola Lawang Sewu, Ratri Septina Saraswati, mengatakan renovasi Lawang Sewu dilakukan dalam tiga tahap dan diawali dengan lelang jasa kontraktor. Tahap pertama adalah renovasi gedung, tahap kedua adalah menyusun lanskap, dan penyelesaian terakhir pada segi teknis listrik dan mekanik.

Namun, menurut Ratri, waktu sembilan bulan yang ditargetkan PT KA hanya dapat digunakan untuk penyelesaian tahap pertama. "Tahap ini mencakup pengerjaan dinding, lantai, anak tangga, plafon, pintu, dan jendela hingga pengecatan gedung," katanya.

Ia menambahkan, pengerjaan dinding menjadi konsentrasi utama karena dinding gedung sudah mulai keropos termakan usia. Material bangunan yang digunakan untuk merenovasi Lawang Sewu pun secara khusus dibuat sama dengan material aslinya dahulu, yakni berupa campuran bata merah, pasir, dan kapur. Hal ini bertujuan agar gedung tersebut semakin kokoh seperti pertama kali dibangun pada 1904.

Sapto menambahkan, secara jangka panjang Lawang Sewu akan dijadikan sebagai pusat eksibisi industri kreatif di Semarang. Pihaknya pun telah melakukan kerja sama dengan Departemen Perdagangan untuk pengelolaannya. "Pengembangan industri kreatif perlu tempat yang memadai. Hal ini pun menjadi berkesinambungan dengan rencana renovasi cagar budaya seperti Lawang Sewu." ujarnya.

Upaya untuk melenyapkan kesan magis dan angker di dalam bangunan Lawang Sewu selama ini sudah dilakukan, misalnya dengan menggelar berbagai kegiatan bisnis dan budaya di bangunan ini. Di zaman Orde Baru, Lawang Sewu pernah akan disulap menjadi hotel berbintang, namun mendapat protes luas kalangan masyarakat, sejarawan, dan budayawan.
============================
seperti yang pernah diulas di Blog lain beberapa waktu lalu tentang rencana Renovasi Lawang Sewu - 
Upaya rehabilitasi bangunan yang berdasarkan konservasi bangunan kuno hendaknya selalu memperhatikan detil bangunan, dalam hal ini informasi yang kami dapatkan bahwa kontraktor pemugaran Lawang sewu memakai tenaga ahli konservasi bangunan dari Belanda.
mari kita tunggu hasilnya seperti apakah....


Bangunan kuna di Eropah yang masih dipertahankan keutuhannya

23.6.10

Pasar Johar- karya Thomas karsten yang jadi rebutan Kepentingan

SM-23 Juni 2010


■Prof Eko Tolak Ide Sukawi

SEMARANG - Wali Kota Sukawi Sutarip mengusulkan untuk menjaga bangunan asli Pasar Johar, tidak lagi dijadikan tempat jual-beli lazimnya sekarang ini. Bangunan karya Thomas Karsten itu bisa dijadikan pusat ekshibisi atau tempat pameran yang berkelas.
’’Ini baru sebatas ide saja. Kalau ada pemikiran lain, silakan. Ide ini untuk menjaga keaslian Pasar Johar. Pedagang pindah ke bangunan yang baru,’’ kata dia usai membuka kegiatan paparan enam nominator desain Pasar Johar di Patra Convention Hotel, Selasa (22/6).
Menurut Sukawi, menjadikan Johar sebagai pusat ekshibisi supaya bangunan tersebut tidak rusak. Karena mulai dari lantai sampai ornamennya kebanyakan masih asli. Supaya tidak rusak, tentunya harus dikosongkan. Hanya saja ide ini perlu kajian lagi, terutama dari sisi pedagangnya.
Secara keseluruhan konsep Johar sudah saatnya ditata lagi, terutama mengembalikan keberadaan alun-alun yang sekarang ini berubah menjadi kawasan Yaik Baru. Terlebih konsep penataan supaya Johar menjadikan pasar yang nyaman, aman dan bersih.
Dia menyerahkan sepenuhnya desain pasar kepada dewan juri dalam memberikan penilaian. Bila terpilih desain yang layak digunakan untuk revitalisasi Pasar Johar, tugas pemkot adalah mencari investor yang bisa mendanai pembangunannya.
Kemarin, karya enam nominator dipamerkan di Ruang Poncowati, sekaligus pula mereka memaparkan konsep gambar itu kepada sembilan dewan juri yang diketuai Prof Eko Budihardjo MSc. Keenam nominator itu adalah Realrich Sjarief (Jakarta), MA Wiwik Purwanti (Yogyakarta), Yuli Roesyanto (Semarang), Bambang Murtiyoso (Semarang), Sudarmawan (Semarang), Kukuh Andi Siswono (Bandung).
Ada Pedagang Desain secara umum, berkiblat pada konsep pasar modern. Ada hotel, cafe, restoran, pertokoan sampai perdagangan. Bahkan untuk hotel, ada yang mendesain 140 kamar, 400 kamar dengan tinggi rata-rata 10 lantai, sesuai ketentuannya.
Bagi Prof Eko, konsep desain siapapun tidak ada batasan. Sepanjang bisa mempertahankan keberadaan pedagang, baik jumlah maupun macam komoditasnya. Karena itu, ia tidak sependapat atas ide wali kota untuk menjadikan bangunan konservasi menjadi pusat ekshibisi. ’’Bagaimanapun pasar itu ada orangnya yang sudah menetap berjualan puluhan tahun. Lebih baik bangunan induknya ditata, dirapikan, dibuat supaya nyaman,’’ katanya.
Kepala Dinas Pasar, Ednawan Haryono menjelaskan, desain yang terpilih nanti selanjutnya akan dibuatkan detail enginering desaign (DED). Sebelumnya untuk Johar sudah diterbitkan Keterangan Rencana Kota (KRK) dan IMB serta FS. ’’Setelah DED selesai, kami tinggal cari investor. Dana pembangunannya lebih kurang Rp 600 miliar. Dana itu, apakah ditanggung sepenuhnya investor atau sharing dengan pemkot,’’ katanya. ( Red. suara merdeka )

Yang Ironis - bahkan walikota lama Semarang  yang punya ide untuk merevitalisasi pasar Johar Semarang -  sebagai M.I.C.E  tidak sejalan dengan wacana Gubernur BIBIT W. yang bermaksud melakukan kalibrasi ulang atas status Lahan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan JATENG ( PRPP ) yang tidak jelas.

Yang paling mantap justru  imajinasi  dari "jenius-2" di bloggosphere yang mampu menggambarkan masa depan pasar johar.